Hua Mu Lan



Hua Mu Lan
Kepatuhan dan Keberanian seorang perempuan

Mu Lan adalah nama dari seorang perempuan yang hidup pada masa dinasti Sui (590-618). Saat itu negaranya sedang berada dalam keadaan perang sehingga mewajibkan setiap pria harus ikut latihan militer dan menjadi tentara kerajaan tak terkecuali ayah Mu Lan. Namun kondisi ayahnya sudah tidak memungkinkan karena telah berumur dan sakit-sakitan. Karena itu Mu Lan secara sukarela menggantikan ayahnya untuk memenuhi panggilan raja menjadi tentara. Untuk dapat menjadi seorang tentara, ia harus menyamar menjadi seorang laki-laki. Selama dua belas tahun Mu Lan mengabdikan dirinya menjadi seorang tentara dan selama itu pula ia banyak berjasa bagi negaranya. Identitasnya baru diketahui rekan-rekannya setelah ia tiba di rumah dan mengganti pakaiannya.

Kisah ini sendiri didapat dari sebuah balada Mu Lan yang berusia lebih dari seribu tahun sehingga mengundang banyak penelitian. Akan tetapi ada satu hal yang jelas bagi para penganut Konfusianisme, dia adalah seorang Xiaonu, anak perempuan yang patuh kepada orang tuanya, karena dia rela meninggalkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah tangganya untuk pergi ke medan perang yang penuh dengan kekerasan dan bahaya.

Xiao adalah salah satu prinsip Konfusianis yang penting. Setiap orang harus menunjukkan xiao, tidak saja terhadap orang tuanya, tetapi juga terhadap nenek moyangnya dan terhadap semua orang yang lebih tua pada umumnya, termasuk raja di Negara, atasan dalam pekerjaan dan sebagainya.

Nama Mu Lan menjadi identik dengan keberanian dan kepatuhan. Secara harfiah ia berarti anggrek kayu. Dalam kebudayaan barat bunga ini dapat disamakan dengan bunga Magnolia (magnolia liliflora). Bai Ju Yi pernah menulis sebuah syair tentang bunga ini. Sedangkan penulis dan filsuf Lin Yutang member nama Mulan pada tokoh dalam karya novelnya yang berjudul Moment in Peking. Kisahnya mengenai pemberontakan Boxer di Tiongkok pada tahun 30’an, dimana banyak Mulan-Mulan terjun ke medan perang melawan Jepang.

Sekarang ini kehadiran perempuan dalam kegiatan militer ataupun kepolisian sudah tidak asing lagi. Mereka tidak segan-segan menunjukkan keberanian mereka walaupun mereka perempuan. Tindakan mereka ini patut untuk kita hargai dan hormati. Bagaimanapun mereka berjuang untuk keluarga mereka, untuk Negara, dan untuk orang-orang yang mereka cintai.

2 komentar:

Bandit Pangaratto September 20, 2009 at 3:34 PM  

Heheh....
dah pernah nonton nih kayaknya...
dah baca komiknya juga..

hehehe

nice share kawan...


SALam Perantau

Anonymous April 8, 2010 at 5:02 PM  

bagus banget aku bisa sekalian belajar

Post a Comment