Kisah sang Rajawali


Kemarin adalah hari pertama aku kuliah setelah lebih dari setahun bekerja. Yah.. boleh dibilang aku cukup terlambat karena baru masuk ke perguruan tinggi saat umurku sudah 20 tahun seperti sekarang ini. Tapi tak akan kubiarkan hal itu membuatku menjadi rendah diri, aku akan tetap berjuang seperti yang lainnya.

Di hari pertama kuliahku, Sebelum masuk ke dalam mata pelajaran kuliah pertamaku, dosenku memulainya dengan sebuah cerita, sebuah cerita fabel yang berkisahkan tentang seekor anak Rajawali dan induk ayam. Aku akan mencoba mengingat kembali cerita dosenku ini dan menceritakannya kepada kalian hehe..

“Tahu burung Rajawali?” Dosenku memulai ceritanya
“Burung yang gagah perkasa yang dapat terbang tinggi dan hidup di ketinggian pada pucuk2 pohon. Nah.. pada suatu hari, sebuah telur Rajawali jatuh dari sarangnya, menyelinap melalui ranting-ranting pohon dan mendarat dengan selamat di Bumi.”

“Tak lama kemudian datanglah seekor induk ayam dan ia menemukan telur Rajawali itu. Karena sang ayam punya hati nurani, ia pun membawa telur itu dan mengeramnya bersama ke 11 telur anaknya. Beberapa hari kemudian telur2 itu pun menetas. Sang Rajawali lahir dan tumbuh bersama anak2 ayam di bawah pengasuhan sang induk ayam”

“Namun si Rajawali ini mulai merasa ada yang beda dengan dirinya, ia pun bertanya kepada ibunya, who I am? Namun sang ibu malah berkata ‘kamu adalah Ayam’ dan ia pun menurut. Esoknya ia melihat seekor burung Rajawali lain terbang tinggi di atasnya, ia merasa kalau itu ‘Gue Banget!’ Ia ingin terbang tinggi seperti burung Rajawali itu. Ia pun kembali menanyakan hal itu kepada ibunya dan jawabannya tak jauh beda ‘Kamu adalah Ayam! Tak usah lah kau berpikiran macam2’ dan ia pun kembali menurut”

“Sampai suatu ketika, ketika induk ayam dan anak2nya sedang mencari makan di hutan. Seekor Rajawali dewasa kembali terbang di atasnya. Hal itu membuat sang induk ayam mencari tempat perlindungan bagi anak2nya. Namun sekali lagi anak rajawali ini merasakan kalau itu adalah dirinya. Ia meyakinkan kembali hal ini kepada ibu ayam ‘Siapakah aku?’ Dan untuk kesekian kalinya sang ibu berkata ‘Kamu Ayam, ayam dan ayam!’ Akhirnya sang Rajawali itu menyerah, ia hidup bersama ayam2 itu tanpa pernah mengetahui siapa dirinya, tanpa pernah terbang tinggi seperti yang ia inginkan”

Setelah puas bercerita, dosenku menanyakan ke kami satu per satu makna yang didapat dari cerita itu.. Dan inilah jawaban2 dari para murid

“Bahwa kita harus bisa mencari jati diri kita sendiri, karena jati diri kita bukan ditentukan oleh orang lain”

“Apa yang kita pikirkan, itulah yang menjadi kenyataan dalam hidup kita”

“Lingkungan sangat berpengaruh dalam hidup kita, bila kita terus bergaul dengan orang yang rusak, maka kita pun bisa ikut menjadi rusak”


Aku pun menjawab juga lho.. ini jawabanku
“Kata-kata yang kita ucapkan kepada orang lain itu sangat berpengaruh dalam diri orang itu. Jika kita mengatakan yang buruk, secara tidak langsung kita menjatuhkan orang itu, Maka berilah pujian dan apresiasi kepada orang lain, dan hati2 dengan yang anda ucapkan”

Sebenarnya masih banyak jawaban2 lainnya, namun tak bisa kuingat semua hehe.. bagaimana dengan teman2 yang sudah membacanya? Ada makna lain yang teman2 dapatkan dari cerita ini? Comment yaa… Hehe.. =)

5 komentar:

Bandit Pangaratto September 30, 2009 at 12:48 PM  

Sipppp.... pidato awal kuliahnya baguss....
selamat kuliah kawan...
semangat... dan jadilah rajawali...!


:D

Lee Choo September 30, 2009 at 8:43 PM  

Yaph.. thx bgt sobat... hiks... jd terharu.. T T..

noft October 2, 2009 at 10:20 AM  

wuih...
dah kuliah diem2 nih....
congratz y! wish u all d best d! ^^

Ronny Dee October 3, 2009 at 5:58 PM  

Mengenal diri atau mengetahui siapakah diri kita sebenarnya dan mengenali potensi kita serta mengembangkannya akan membuat kita bisa terbang kayak rajawali...:)

LaDy October 4, 2009 at 5:40 PM  

hampir setiap waktu indonesia berduka.. gue mpe meringis mnyaksikan di tv ttg gempa itu..

Post a Comment