Makan Ketupat Yukk..!



Mangan kupat nganggo santen..
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.


Ketupat adalah salah satu makanan favoritku (Benerr..), bahkan kemarin aku hanya makan ketupat sayur saja seharian dari sarapan sampai makan malam hoho.. selain karena mom memasak ketupat sayur (bukan karena merayakan lebaran tapi karena untuk memenuhi tuntutanku untuk makan ketupat haha..) tetapi juga karena pemberian para tetangga yang merayakan lebaran (trima kasih yak pakk..buu..) hhe.. Belom lagi sama mom dicampur tahu, telor dan daging semur. Wuih.. nikmatnya.. thanks Mom ^^ hho

Setelah kenyang seharian makan ketupat, aku mulai bertanya-tanya kenapa sih ketupat selalu identik dengan lebaran, setelah otak-atik internet aku baru mengetahui kalo ketupat tuh punya arti tersendiri bagi masyarakat Jawa.

Dalam bahasa Jawa ketupat biasanya disebut Kupat. Ternyata ada loh.. tradisi makan ketupat di luar hari lebaran yaitu tradisi Kupat Luar. Kupat yang berasal dari kata Pat atau Lepat (kesalahan) dan ‘luar’ yang berarti terbebas atau terlepas, dengan harapan bahwa orang yang memakan ketupat akan kembali diingatkan bahwa mereka sudah terlepas dan terbebas dari kesalahan, karena itu semua orang diharapkan untuk saling memaafkan dengan simbolisasi tradisi kupat luar.

Kalau soal bentuk ketupat yang persegi, Masyarakat Jawa mengartikannya sebagai perwujudan dari kiblat papat lima pancer. Kiblat papat lima pancer ini diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia yang harus ditaklukkan bagi orang yang berpuasa yaitu

amarah (nafsu emosional)

Aluamah (nafsu untuk memuaskan rasa lapar)

Supiah (nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus)

Mutmainah (nafsu untuk memaksa diri)


Nah.. jadi makan ketupat adalah simbol bahwa kita sudah mampu menaklukkan hal ini.

Tradisi pembuatan ketupat itu sendiri dimulai dengan pembuatan selongsongnya. Selongsong biasanya dibuat beramai-ramai dan pas mendekati lebaran, dan dibuat beramai-ramai. Pembuatan yang beramai-ramai ini menunjukkan keakraban di antara para penduduk pada saat itu dan juga memeriahkan datangnya lebaran.
Hal inilah yang membuat keberadaan ketupat dikenal sebagai pengikat antar penduduk karena adanya interaksi sosial antar penduduk.

Nah.. ga disangka ya Ketupat mempunyai banyak arti dan sejarahnya sendiri. Hayo2.. ada yang mau ajak aku makan ketupat bareng gak buat menambah keakraban? Hehehe…

6 komentar:

genial September 21, 2009 at 11:58 PM  

Mohon samudera jiwa kakanda, bisa saling merdeka-memerdekakan dan dengan begitu akan lebih lapang jalan tuk memperoleh pengampunan Allah.

mohon maaf lahir dan bathin :)

Lee Choo September 22, 2009 at 4:01 PM  

Terima kasih ya atas commentnya mas Genial..

Salam kenal.. =)

Newsoul September 23, 2009 at 8:35 AM  

Wah Lee, sebetulnya mau ngajak makan ketupat, sayang sudah abis (sudah hari ke-4 soalnya). Salam kenal juga Lee. Semoga Lebaran ini menautkan pertemanan kita.

aviorclef September 23, 2009 at 5:21 PM  

hahah ketupat,,,,nice ya...
.Oh ya, betew salam kenal..saya abdul azis. Blogger newbies 20 hari.
Mohon bertandang ke gubuk sederhana saya ya...
Blog saya mengangkat tema kesusteraan, emg kuno ya...tapi tak apa..
edatangan anda begitu berarti bagi nafas saya...
Oh ya, nama samaran saya aviorclef
Oh ya, betewe cerpen online baru saya sdh terbit, mengisahkan kisah miskin yang pengin punya baju lebaran, insya allah bagus hehehe ..silahkan baca di baju lebaran tak darang, apa harus tak riang? http://www.cosmorary.com/2009/09/23/baju-lebaran-tak-datang-apa-harus-tak-riang/
mohon kritik dan sarannya....
Syukron
Wass

Lee Choo September 24, 2009 at 6:13 PM  

Yup, senengnya dapet temen2 baru.. ^^
lam knal buat semuanya yaaa hoho..

buat mas Abdul, cerpennya bgus de critanya =)

rifkymedia September 27, 2009 at 10:32 PM  

gw juga demen tuh ama ketupat! asli nikmatnya! keep posting bro, salam kenal

Post a Comment